Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Kunci Membangun LPD yang Sehat, Kepala LPD Pemogan: 'Tumbuhkan Kepercayaan Masyarakat'

Kepala LPD Desa Adat Pemogan, Ni Made Eka Wati, S.E

Denpasar, PorosBali.com- Lembaga Perkreditan Desa (LPD) memiliki peran penting dalam pembangunan sebuah desa. Sehat dan tidak sehatnya LPD sangat tergantung oleh warga desa. Oleh karena itu peningkatan rasa kepercayaan warga desa terhadap LPD sangat penting dihadirkan guna menjaga eksistensi sebuah LPD. Hal demikian juga disadari dan tengah dilakukan oleh LPD Desa Adat Pemogan.  

Kepala LPD Desa Adat Pemogan, Ni Made Eka Wati, S.E (42) mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan LPD sangat penting untuk menunjang kelangsungan LPD dalam pembangunan desa. Hal ini karena secara aturan 20 persen dari keuntungan LPD diperuntukan untuk pembangunan desa baik dalam bentuk fisik maupun non fisik seperti upacara adat, suka-duka, ataupun support kegiatan budaya. 

“Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LPD adalah salah satu hal penting dilakukan. Menjaga kepercayaan dalam bentuk penyadaran akan arti, peran, dan fungsi LPD bagi masyarakat desa, bahwa LPD ibarat sebagai pohon ia merupakan akar dan sementara pohon adalah desa. Ketika LPD ini sehat maka pohon itu akan subur, jadi pohon (desa) tersebutlah yang mengayomi masyarakat, karena bagaimanapun 20% keuntungan LPD adalah untuk pembangunan desa,” ungkap Made Eka Wati. 

Selain melalui penyadaran kepada warga desa, upaya lainya yang dilakukan oleh LPD desa adat Pemogan untuk meningkatkan rasa kepercayaan warga terhadap LPD adalah dengan menghadirkan program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat seperti bantuan upacara adat, santunan untuk orang meninggal, serta bantuan kegiatan budaya seperti ogoh-ogoh.     

      
 
“warga desa yang meninggal akan mendapat santunan 1 juta rupiah, kalau ada kegiatan ogoh-ogoh tinggal mengajukan proposal sehingga mereka dapat dana, selain itu ketika ada odalan di pura desa atau kahyangan tiga kita tetap mepunia, itu satu juta per-pura, termasuk proposal-proposal lainya seperti nasi kotak, jajan, pasti kita support,” terang MadeEka Wati 

Made Eka Wati juga menambahkan bahwa sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, LPD Pemogan sering mengadakan program yang bertujuan memberikan service kepada nasabah. Salah satu bentuk program itu adalah kupon sembako. 

“Pembagian kupon sembako biasanya diadakan ketika galungan, dimana nasabah mendapatkan 1 voucher yang harus dibelanjakan di pasar Pemogan, nanti nasabah bawa kupon untuk belanja ke pedagang, dan para pedagang yang mendapat kupon nanti akan kesini untuk menukar kupon tersebut menjadi uang,” jelas Made Eka Wati  
 
Sejauh ini, LPD Desa Adat Pemogan memiliki jumlah penabung terdiri dari tabungan harian sekitar 3000-an nasabah, tabungan deposito sekitar 475 orang, sementara simpanan upacara adat (Siuma) sekitar 2000-an orang.  Adapun segmentasi pasar LPD Pemogan adalah warga Pemogan, terutama pedagang di pasar, dan penduduk pendatang yang berprofesi sebagai pedagang. Selain itu, ada juga nasabah yang berasal diluar desa Pemogan seperti Kepaon.  

Kegiatan tabung-menabung yang dijalankan LPD Desa Pemogan dilakukan dengan cara jemput bola langsung ke masyarakat. Dari ketiga jenis tabangunan tersebut, Siuma adalah jenis tabungan yang diminati dan menjadi favorit nasabah LPD desa Pemogan.

“Siuma adalah tabungan favorit kita, Siuma kepanjangan dari simpanan upacara agama, ini tabungan berjangka, namun tidak menutup kemungkinan bisa untuk pendidikan anak. Contoh, misalnya sekarang si anak TK, 6-8 tahun kedepan si anak akan membutuhkan dana besar untuk biaya pendidikan. Jadi melalui Siuma ini, dia bisa merencanakan biaya pendidikanya. Misalnya orang tua merencanakan anaknya sekolah di SMP Swasta, kira-kira berapa biaya pendidikan sekitar 8 tahun akan datang. Nah, mereka bisa merencanakan dari sekarang, dengan menyisihkan tiap bulan” terang Made Eka Wati

Terkait dengan tantangan pengelolaan LPD di tengah pandemi Covid-19, Made Eka Wati mengakui bahwa terjadi penurunan kemampuan warga untuk menabung. “Misal dalam satu keluarga dulu punya tiga buku tabungan, masing-masing ditabungi 20 ribu, tapi sekarang bertahan satu buku, dan nominalnya bisa turun 10 ribu,” katanya.

Terakhir, Made Eka Wati mengatakan bahwa LPD desa adat Pemogan tengah menyusun program Kredit Ultra Mikro yang bertujuan untuk mensuport warga desa Pemogan yang berprofesi sebagai pedagang usaha mikro seperti pedagang canang, jaje uli, dan alat-alat upacara yang rencananya akan dilaunching pada bulan September 2021.  

“Program ini khusus untuk warga desa yang memiliki usaha seperti dagang canang, jaje uli, dan alat-alat upacara, jadi mereka boleh meminjam kesini, dengan hanya tanda tangan klian. Sehingga ini bisa menjadi solusi bagi warga yang ingin meminjam namun tidak memiliki jaminan, dan mereka yang meminjam harus wajib nabung sebesar 7000 ribu”,  terang Kadek Eka Wati. (Pbm2)


TAGS :

Komentar