Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Putus Rantai Penyebaran Rabies, FKH Unud dan PDHI Bali Bentuk Desa Contoh Tanggap Rabies di Bakas

Pembentukan Desa Contoh Tanggap Rabies, Selasa (22/03/2022), di Kantor Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Klungkung, PorosBali.com- Merealisasikan keseriusan turut berkontribusi pada permasalahan rabies di Bali khususnya dalam memutus rantai penyebaran penyakit rabies, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali, dan Desa Bakas, telah menyepakati kegiatan pembentukan Desa Contoh Tanggap Rabies, Selasa (22/03/2022), di Kantor Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah pertemuan perdana mengenai pembentukan Desa Contoh Tanggap Rabies.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Prof. Dr. drh I Nyoman Suartha, M.Si., kesepakatan bersama ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pertemuan inisiasi yang dilakukan sebelumnya dengan Kepala Desa Bakas. Pada saat pertemuan kedua ini yang juga dihadiri Kepala Dusun dan Bendesa Adat Bakas kembali disampaikan pemamaparan tentang tujuan pembentukan Desa Contoh Tanggap Rabies. Dalam kesepakatan tersebut dipaparkan program yang akan dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran penyakit rabies yaitu melalui pendekatan manajemen populasi anjing (Dog Management Population – DPM).

Menurut Ketua PDHI Bali, Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes., tujuan program ini adalah (1) Mendorong tanggung-jawab yang lebih besar diantara para pemilik anjing untuk mengelola populasi dan perawatan serta kesejahteraan hewannya masing-masing, (2) Mengekplorasi sistem identifikasi dan registrasi yang sesuai dan berkelanjutan, (3) Memastikan anjing yang diliarkan tidak mengalami peningkatan populasi, dan (4) Membatasi ruang gerak anjing yang berkeliaran, utamanya di daerah-daerah tertentu dimana anjing tidak dapat ditoleransi keberadaannya (misalnya sekolah, pasar dan taman-taman umum).

Lebih lanjut, Prof. Nyoman Suartha menyampaikan bahwa program yang dirancang akan bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan diakui tidak mudah melakukan perubahan mengarah yang lebih baik, pasti diperlukan pengorbanan dan kerja keras.

“Terpenting bagaimana kita memiliki keinginan untuk bersama terutama masyarakat untuk membebaskan Desa Bakas dari penyakit rabies,” kata Prof. Suartha.

Diharapkan dengan program Desa Contoh Tanggap Rabies ini akan dapat menstimulasi kepemilikan hewan peliharaan terutama anjing yang bertangungjawab dan berkualitas.

Perbekel Desa Bakas, I Wayan Murdana, S.Pd., menyampaikan terima kasih serta kesiapan masyarakat menerima program ini dan berharap tidak hanya pada penyakit rabies namun juga penyakit ternak lainya serta dapat dilakukan secara berkelanjutan. (pbm5)

Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas741-Fakultas-Kedokteran-Hewan-bekerja-sama-dengan-Perhimpunan-Dokter-Hewan-Indonesia-Cabang-Bali-dan-Desa-Bakas-Membentuk-Desa-Contoh-Tanggap-Rabies.html


TAGS :

Komentar